Tapak Budha  

Posted by: Nanda Ariawan

Kung Fu Es Hitam Menolak Api (Tapak Budha)
Tenaga dalam dari aliran Budha murni, mempunyai makna kekuatan langit dan bumi menyatu pada manusia. Justru tahap kekuatan tanpa batas adalah manusia, apalagi yang di anugerahi oleh pengertian tentang kebijakan ilahi. Tenaga dalam ini didapat secara otomatis sewaktu Sidharta Gautama menciptakan Kilatan Pertama Cahaya Budha, tenaga dalam yang berumber dari Kung Fu Api Membara dari Persia dan Kung Fu Es Hitam dari India di gabungkan menjadi selaras dalam tubuh, sehingga menghasilkan kekuatan tiada tara, bahkan mampu menjaga kekuatan yang terkadang keras terkadang lembut. Api dapat dikatakan keras karena warna dan karakternya yang meledak-ledak dapat juga dikatakan lembut karena jilatan api meliuk-liuk tidak dapat di tebak, sedangkan es juga dapat menunjukkan keras maupun lembur, yaitu keras dari bentuknya yang padat dan sangat kaku, tapi juga lembut dari sifatnya yang dapat meredakan amarah dengan hawa dinginnya.
Kung fu ini jarang ada orang mendengarnya, rata-rata orang hanya tahu Kitab Telapak Budha, tanpa tahu apa dasar tenaga dalamnya. Kitab telapak Budha sendiri diciptakan Sidharta Gautama di India pada masa dia belia, karena merasa tidak puas dengan kondisi social yang terjadi saat itu beliau bertualang mencari jawaban dari segala pertanyaan hatinya. Beliau mencari jawaban atas pertanyaan yang lama dicari manusia, mengapa ada siklus lahir dewasa, sakit tua lalu mati. Selama beliau berkelana sampai mendapat pencerahan sejati, banyak rintangan dan hambatan yang dihadapai Sidharta Gautama, mulai dari godaan nafsu kenikmatan, kekuasaan dan kekayaan. Setelah mencapai pencerahan barulah Sidharta memulai menciptakan Kung Fu Telapak Budha ini, dengan tujuan membasmi segala angkara dan berbagai jenis kejahatan yang ada di dunia ini.
Kung fu dari India yang bernuansa agama ini dikembangkan di dunia pada abad ke VI, ketika biksu suci dari Dinasti Tang di utus untuk mencari Kitab Tripitaka ke India, yang kisahnya sangat terkenal yaitu Perjalanan Menuju Barat, biksu Suci Dinasti Tang saat itu Tang Suan Zhang (Tong Sam Cong) melewati 81 cobaan dan rintangan spiritualitas untuk menghadap sang Budha.
Dari India buksu Suci Tang berhasil membawa Kitab Suci Budha dan 8 Sutra Kung Fu Telapak Budha, 3 buah Senjata Prajurit Budha, dan upeti kepada Dinasti Tang Raya.
Sebenarnya Telapak Budha terdiri dari 9 Jurus, dan mempunyai 9 Bentuk Senjata Prajurit Budha, tetapi hanya ada 8 Jurus yang disebarkan ke daratan China karena jurus ke sembilan merupakan jurus yang hanya bisa dikuasai oleh sang Budha sendiri yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus penghancur langit, bumi dan manusia, oleh karena itu jurus terakhir ini tidak boleh beredar luas ataupun disebarkan, maka jurus ini di segel di India Kuil Lui In She.
Kaisar Dinasti Tang Raya, Li Shi Min (Tang Tai Cong) merebut tahta lewat kekerasan ( membunuh saudara dan guru) namun memerintah dengan bijak, sutra Budha di simpan di kuil dalam komplek Istana dan dijaga turun temurun oleh para biksu suci dari kuil Huang Jie.
300 tahun kemudian setelah Dinasti Tang runtuh, kuil Huang Jie hangus dijarah dan dibakar pemberontak, 3 biksu suci menyimpan Sutra Hati Telapak Budha dan 3 buah senjata prajurit Budha saling berpencar supaya bisa menyelamatkan benda-benda suci itu.
Tapak Budha Langit (Rulai San Zhuan) lahir dari proses meditasi memperoleh Bodhi (kebangunan/kesadaran) hingga pencerahan sang Budha Sidharta Gautama, maka kung fu ini mengandung hawa murni langit, bumi, dan manusia untuk melindungi ketiga dunia dan menyelamatkan manusia dari dosa.
Nama kecil sang Budha adalah Sidharta Gautama, putra Raja Kapilawastu, beliau mempunyai status sosial yang tinggi, sehingga disegani, dan dihormati. Tetapi demi menghindari lingkaran samsara, lahir tua, sakit dan mati, Sidharta meninggalkan kemewahan duniawi (kekuasaan, kekayaan, dan cinta) pergi berkelana dan bertapa.
Kung fu Telapak Budha Langit ini mempunyai dasar tenaga dalam yang mewakili unsur keras dan lembut (langit dan bumi, matahari dan bulan), yaitu Es Hitam Menghindari Api sebenarnya dari dasar tenaga dalamnya saja sudah tampak daya tahan dari suatu bentuk kung fu. Dengan berbekal dasar tenaga dalam yang maha dahsyat ini saja sebenarnya sudah cukup akan mengerahkan jurus apa saja, tetapi karena pada dasarnya adalah landasan untuk mengerahkan jurus Telapak Budha Langit yang sangat keras sekaligus lembut mampu menghancurkan kejahatan tetapi juga membangun bumi, jurus ini selaras dan tidak menimbulkan kontra dalam tubuh si pemakai kung fu ini, di Korea ada kung fu yang keras yaitu Es Api Penghancur Langit, tetapi kurang begitu sempurna sehingga pada tahap 7 (puncak) justru mengakibatkan gangguan pada jntung si pemilik kung fu itu.

Ilmu Mata Rantai Penghancur Langit  

Posted by: Nanda Ariawan

Kung Fu Mata Rantai Penghancur Langit
Kung fu ini berasal dari aliran lurus pada masa Dinasti Song, yaitu Perguruan Gong Dong (Kong Tong), diciptakan oleh seorang tokoh yang seharusnya menjadi ketua di aliran ini. Tian Can Lao Guai (si Tua Aneh Penghancur Langit) nama aslinya Wu Yai Zi murid perguruan Kong Tong yang saat itu berusia 50 tahun baru saja diangkat menjadi ketua generasi ke-3, dan diharuskan melatih kung fu pamungkas perguruan ini yaitu kung fu sakti Zong Heng Gong (Bergerak Bebas di Rasi Bintang Utara), tetapi karena terburu-buru maka sewaktu berlatih dia kerasukan, nadi ringannya hancur dan kung funya hilang sehingga dia menjadi cacat. Oleh karena semangat hidupnya yang kuat, dia mengulang paksa melatih kung fu ini lagi, selama 10 tahun jiwa raganya tersiksa, baru pada tahun ke-15 Wu Yai Zi berhasil menciptakan kung fu baru, kung fu itu bisa memulihkan fungsi organ tubuh yang rusak, menciptakan jalur nadi baruyang berbeda dari orang kebanyakan, yaitu kung fu Mata Rantai.
Ginjal, 8 nadi dan 12 pembuluh darah bisa disambungkan oleh kung fu mata rantai ini, nafas dalam menembus seluruh hambatan, kung fu berhasil tetapi emosinya terpengaruh, sehingga pola pikirnya agak berubah menjadi sesat. Dari kung fu ini Tian Can Lao Guai melatih 3 jenis jurus pendukung yang sesuai untuk tenaga dalam yang amat langka ini, Telapak Pendesak Jantung, Tinju 7 Luka, dan Tendangan Penghancur Langit, jurus yang paling hebat adalah Tendangan Penghancur Langit, orang yang melatihnya harus menghancurkan setiap sendi pada kakinya, sehingga memperbesar resiko cacat, tetapi dalam tehnik kung fu mata rantai ada cara unik yang akan memulihkan semua sendi tersebut, bahkan apabila pulih maka tendangan dari kaki itu akan mampu mengarah ke segala arah, seolah tidak mempunyai sendi pada kakinya, bahkan mempunyai daya lenting yang keras dan melampaui kewajaran.
Dengan jurus-jurus yang aneh ini Tian Can Lao Guai menjadi tanpa tanding di China pada usia 120tahun, kemudian pada jaman Dinasti Qing kung fu ini hilang dari peredaran, baru diketahui pada awal tahun 1970an ada seorang pewaris kung fu ini di Thailand, alasan dari menghilangnya kung fu ini karena orang-orang tidak ada yang berani mencoba menghancurkan sendi-sendi di kakinya karena takut akan cacat.

Ilmu 9 Rembulan  

Posted by: Nanda Ariawan

Kung fu Sembilan Rembulan
Kitab Sembilan Rembulan memuat banyak ilmu yang hebat, tidak hanya ilmu silat yang hebat (salah satunya jurus Cakar Tulang Putih Sembilan Rembulan yang dipelajari oleh Mei Chaofeng, murid Huang Yaoshi) namun juga memuat ilmu pengobatan, ilmu pukulan, tenaga dalam, tehnik jebakan, senjata gelap, dan lain-lain tehnik. Kitab Sembilan Rembulan disusun oleh Huang Shang, seorang pejabat pemerintah di masa kekaisaran Song, yang berbakat dalam ilmu silat dan kesusasteraan. Kaisar Song memerintahkan Huang Shang untuk menyusun satu kitab berdasarkan ribuan gulungan surat berisikan aneka ragam keterangan, dari tenaga dalam, ilmu pengobatan, sampai filsafat Tao. Kompilasi ini menjadi jilid pertama dari Kitab Sembilan Rembulan (Kitab Sembilan Rembulan bagian luar). Empat puluh tahun kemudian Huang Shang menyusun jilid kedua dari Kitab Sembilan Rembulan (kitab Sembilan Rembulan bagian dalam), berdasarkan hasil penyelidikan dan latihannya selama empat puluh tahun. Ilmu silat yang dihimpun dan ditulis Huang Shang mampu menetralisir ilmu silat mana pun dari partai-partai silat yang ada saat itu, tentu saja masih di bawah Kitab Pengubah Otot, dan Kung fu paling keras nomor satu di dunia sampai saat ini, yaitu kungfu pelindung tubuh terkuat di dunia Perisai Genta Emas, dari Shaolin.
Kedua jilid Kitab Sembilan Rembulan tidak terdengar kabarnya selama beberapa tahun dan baru muncul lagi saat turnamen di Gunung Hua yang pertama diadakan. Lima jagoan besar – si Sesat Timur Huang Yaoshi, Racun Barat Ouyang Feng, Kaisar Selatan Duan Zhixing, Pengemis Utara Hong Qigong, dan Dewa Pusat Wang Chongyang – setuju pemenang dari turnamen tersebut akan menjadi pemilik tunggal dari Kitab Sembilan Rembulan. Setelah pertarungan yang sengit selama tujuh hari, Wang Chongyang akhirnya memenangkan turnamen, dan merebut Kitab Sembilan Rembulan. Wang Chongyang mewariskan Kitab Sembilan Rembulan kepada adik seperguruannya si Bocah Tua Nakal Zhou Botong. Setelah kematian Wang Chongyang itu, Zhou Botong pergi ke Pulau Bunga Persik untuk memperingati si Sesat Timur Huang Yaoshi untuk tidak mencoba-coba mencuri kitab itu dari tangannya. Istri Huang Yaoshi yang memiliki ingatan fotografis, mampu mengingat seluruh isi dari Kitab Sembilan Rembulan dengan sekali melihat saja. Ia kemudian menyalin seluruh isi dari Kitab Sembilan Rembulan itu untuk suaminya. Mei Chaofeng dan Chen Xuanfeng murid dari Huang Yaoshi belakangan mereka mencuri kitab salinan Kung Fu Sembilan Rembulan.
Beberapa tahun kemudian, salinan Kitab Sembilan Rembulan, yang telah ditatokan Chen Xuanfeng di kulit dadanya, tanpa sengaja jatuh ke tangan Guo Jing, saat Mei Chaofeng bertarung dengan Hong Qigong dan 7 Pendekar Kang Lam.
Bertahun-tahun setelah itu, saat Guo Jing dan istrinya Huang Rong, yang sedang mempertahankan benteng Xiang Yang dari serangan kaum Mongolia, melihat bahwa mereka tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi, mereka memutuskan untuk menyembunyikan Kitab Sembilan Rembulan bersama dengan ilmu silat yang lain, manual Delapan Belas Jurus Pukulan Penakluk Naga, ke dalam dua pedang, Pedang Langit dan Golok Naga, yang mereka tempa dari pedang Xuan Tie Jian (Pedang Baja Sejati) milik Yang Guo yang sangat keras dan berat sehingga mampu menjadi 2 bilah senjata.
Pedang Langit diwariskan Guo Jing kepada putri termudanya Guo Xiang, yang kemudian mendirikan Partai E’Mei. Seratus tahun kemudian, ketua generasi ke-4 Partai E’Mei, Zhou Zhiruo dapat membongkar rahasia Kitab Sembilan Rembulan ini dan sempat menggunakannya untuk menimbulkan kekacauan di dunia persilatan pada waktu itu. Nasib dari Kitab Sembilan Bulan setelah itu tidak diketahui lagi.
Karena dianggap kitab perang maka sejak peralihan Dinasti Song melewati berbagai dinasti kitab kung fu Sembilan Rembulan dianggap hilang dari dunia persilatan, karena pada masa itu hanyalah kung fu Sembilan Matahari dan Kitab Pengubah Otot dari Shaolin sajalah yang berhasil merajai dunia persilatan, setelah Kitab Sembilan Matahari mendapatkan pewaris yang cakap (Zhang Wuji), tokoh sentral dari akhir masa Sinasti Liao yaitu sesepuh pendiri perguruan Wu Dang, Zhang San Feng menciptakan Kung fu dengan tenaga dalam aneh yang hanya bisa dilatih secara terbalik nadinya, yaitu Kitab Sembilan Langit.
Pada masa Perang Dunia II, seseorang kolektor pecinta barang-barang kuno, tertarik pada salah satu gulungan kitab Sembilan Rembulan yang pada waktu itu digelar oleh salah satu pejabat di daerah Macau dalam suatu pameran barang antik. Seorang kolektor itu adalah gembong penjahat di daerah itu. Dia adalah ketua sebuah perguruan kung fu Peremuk Tulang, bernama Chou Jian He (28tahun) dia sudah menyadari bahwa sesuatu dari gulungan bambu kuno itu adalah suatu tehnik tenaga dalam yang istimewa, semakin di baca semakin dalam, dan semakin menarik, tetapi sangat sulit dipahami. Karena itu sang ketua sangat ingin memilikkinya dan menghubungi pejabat pemilik gulungan bambu yang berisi Kitab Sembilan Rembilan bagian luar (yang hanya berisi tehnik tanpa dasar tenaga dalam lembut yin), sampai pada tahap negosiasi yang alot bahkan sampai ingin membeli gulungan bamboo itu seharga 200.000$ tapi tetap ditolak oleh si pejabat itu.
Karena pejabat itu mempunyai kekuasaan yang besar di wilayah Macau, Chou Jian He tidak berani bertindak gegabah, sampai akhirnya dia mencuri kitab itu di kediaman pribadi pejabat itu, dan akhirnya tertangkap basah oleh pengawal keluarganya, maka ia terpaksa menghilangkan semua saksi hidup, termasuk si pejabat beserta seluruh keluarganya di bantai di tempat dengan menggunakan kung fu peremuk tulang warisan keluarganya, dan itu merupakan sebuah kesalahan fatal karena jenis kung fu bisa meninggalkan jejak.
Demi sebuah kitab kung fu, ketua perguruan Peremuk Tulang yang terkenal terpaksa harus meninggalkan wilayah dan kekuasaan yang diperoleh dengan susah payah oleh leluhurnya. Mereka mengungsi ke Shanghai sampai kasus dianggap selesai karena kadaluwarsa.
Sedangkan Kitab Sembilan Rembulan bagian dalam (yang berisi dasar tenaga dalam dan Jurus Sesat Cakar Tengkorak Putih) ternyata diamankan oleh partai Gay Bang sampai pada ketua generasi ke-33, yang bernama Hong Dong (Hong Qigong adalah pewaris Ketua Gay Bang generasi ke-7), dan akhirnya kitab itu mendapat pewaris pemuda marga Wang yang bernama Xiao Long cucu dari Wang Yue Yuan didapat sewaktu sedang menghinadri kejaran dari mafia no.1 di Jepang, malah bertemu dengan sesepuh yang hilang dari dunia persilatan karena menghindari konflik.

Ilmu 9 Langit  

Posted by: Nanda Ariawan

Kitab Sembilan Langit
Kitab Langit Kesembilan diciptakan oleh pendiri partai Wudang, Zhang Sanfeng. Di akhir masa dinasti Song, Zhang Junbao, 15tahun berasal dari keluarga miskin, sejak kecil tinggal di Shaolin sebagai pencari kayu bakar bagi keperluan dapur Shaolin. Tiap hari memanggul ratusan kati kayu bakar dan mendaki gunung puluhan li untuk mengantarkan kayu bakar ke kuil Shaolin. Zhang Junbao akrab dengan sang penjaga tungku di Shaolin, Jue Yuan (Tou Tuo) yang menyadari bahwa Zhang kecil memilikki struktur tulang yang bagus dan berbakat untuk berlatih kung fu. Di waktu senggang Tou Tuo mengajak berlatih Zhang kecil tiap malam di dalam hutan mereka berlatih kung fu. Dalam waktu hanya setengah tahun saja Zhang kecil berhasil menguasai 72 jurus utama Shaolin, sungguh merupakan prestasi yang hebat. Karena kagum dengan bakat yang jarang dimiliki oleh orang lain, Tou Tuo akhirnya mengatakan “belajar beladiri tanpa tenaga dalam tak ada gunanya, mulai hari ini aku akan mengajarkan tenaga dalam Shaolin”, pada waktu itu Zhang baru berusia 16 tahun. Zhang Junbao berlatih keras tanpa tahu bahwa yang dia pelajari adalah salah satu dari 4 kung fu sakti Shaolin. Kung fu yang menggetarkan dunia sepanjang masa, yaitu Kitab Pengubah Otot.
Tanpa terasa setengah tahun telah berlalu, Zhang kecil sudah menguasai tahap biru, seluruh tubuhnya mampu mengalirkan Qi yang bernuansa warna biru. Tenaga dalamnya sudah cukup dahsyat untuk remaja seusia itu. Orang awam memerlukan waktu 5-8tahun untuk menguasai tahap Biru (tahap ke-5) sedangkan Zhang kecil hanya perlu 6 bulan. Kemudian Tou Tuo mengingatkan bahwa jangan sampai dia ketahuan menguasai dasar tenaga dalam dari Shao;in dan tidak mengakuinya sebagai guru, Tou Tuo juga berpesan, “Xiao Zhang, dengan bakat yang kau miliki, semoga lain hari kau akan bisa menciptakan ilmu sendiri, supaya kau juga mempunyai prestasi yang tak kalah dari guru Wang Zhongyang dari Quan Zhen”
Sewaktu mengejar sepasang penjahat, Zhang Junbao terlihat oleh senior dari Shaolin sehingga begitu kembali ke Kuil Shaolin sang penjaga tungku, Jue Yuan (Tou-Tuo) sedang menghadapi hukuman dilenyapkan kung funya dan dihukum 15tahun menghadap dinding, begitu pula nasib Zhang Junbao dilenyapkan kung funya dan diusir dari Shaolin. Tetapi dengan tekad membaja beliau mempelajari kitab Tao dan menilai pergerakan alam mulai dari keselarasan yang terjadi di alam, mulai dari hari ada pagi ada sore, ada siang ada malam, lalu ada pria ada wanita, semua keselarasan yang terjadi dialam dipelajari bahkan sampai ke unsur psikologis ada sedih ada bahagia, semua pelajaran itu menimbulkan hasil baru bagaimana cara menghidupkan nadi yang sudah putus dan hancurnya tenaga dalam yang lama, dan memulihkan nadi yang mati supaya bisa mengalirkan tenaga langit ke tubuh manusia, dan juga menciptakan esensi lembut mematahkan keras, dan yang lemah mengalahkan yang kuat dengan kung fu Tai Chi semesta yang digabung tenaga Langit ke Sembilan dan akhirnya beliau mendirikan Partai Wudang (Butong) dan dikenal sebagai Zhang San Feng.
Kitab Langit Kesembilan ini pamornya kalah dari Kitab Pengubah Otot dari Shaolin dan Kitab Sembilan Matahari dari Quan Zhen karena semenjak dikuasai oleh Zhang Sanfeng kung fu ini belum pernah ada yang menguasai sampai ke tahap Sembilan (puncak) karena tidak ada yang mampu menguasai biarpun dari manual sudah ada petunjuk yang jelas, tetapi tetap tidak ada yang mampu menguasainya. Rahasia dari tahap akhir Kitab Langit Kesembilan ini adalah “mendekati ajal maka akan lahir kakuatan baru” dan sedikit orang yang memahami pengertian ini tanpa mengalami secara langsung pengalaman mendekati ajal yang justru meningkatkan kemampuan tersembunyi dari Kitab Langit Kesembilan ini dan kekuatannya 5x dari tahap ke delapan sehingga apabila seseorang menguasainya sebetulnya kekuatannya tidak berada di bawah Tahap Pagoda Hitam dari Pengubah Otot, ataupun Keperkasaan Matahari dari Sembilan Matahari.

Perisai Lonceng Emas  

Posted by: Nanda Ariawan

Perisai Lonceng Emas
Manusia dalam mempelajari kekuatan alam sangatlah terbatas, sehingga sewaktu Biksu Da Mo menciptakan kung fu yang ke-2 ini beliau bingung menetukan batasan apakah manusia dan alam mampu menyatu secaara sempurna. Hal ini menyebabkan Da Mo hanya menciptakan Kitab Kung fu Perisai Lonceng Emas ini sampai tahap 12 saja, sebab beliau tidak dapat menemukan batasan manusia dari kekuatan kung fu ini.
Pada waktu Da Mo berhasil menyempurnakan kung fu Anak Lelaki sampai pada tahap Matahari Membara, beliau berusaha mencari jalan supaya bisa terhindar dari luka ataupun segala bahaya supaya tidak terjadi saling bunuh antar sesama, tetapi karena kemampuan dan bakat orang pada umumnya tidak dapat menyamai kemampuannya, beliau berusaha membagi tahap dari Perisai Lonceng Emas ini, yaitu pada tahap 1-6, kung fu ini melatih nafas berat supaya bisa membersihkan fungsi organ tubuh secara sempurna, lalu pada tahap 7-9 seseorang yang berlatih Kung Fu ini akan mampu bertahan dari gempuran seberat 3000kg, dan mempunyai daya ledak yang kekuatannya mencapai 2500kg, untuk mencapai tahap ini rata-rata orang normal membutuhkan 3-5tahun untuk menyatukan nafas dalam yang sejak mula terpecah. Dan yang terakhir pada tahap 10-12 adalah penyatuan sempurna seseorang dengan tenaga alam, sehingga sewaktu hujan atau terkena air tidak basah, dan sewaktu terkena api juga tidak terbakar, lalu dapat melawan kekuatan grafitasi bumi dalam jangka waktu yang relatif lama.
Empat manual beladiri ciptaan Biksu Da Mo adalah Sutra Anak Lelaki, Kitab Perisai Lonceng Emas, Sutra Pengubah Otot, dan Sutra Pembersihan Sumsum. Dari keempat kung fu itu yang paling sering mengharumkan sekaligus merajai dunia persilatan adalah Kitab Sutra Pengubah Otot, sebab mempunyai pewaris langsung dari tiap generasi, sedangkan Perisai Lonceng Emas hanya menjadi kung fu nomer 2, karena sejak diciptakan 1200tahun kemudian baru ada 1 orang yang menguasai hingga tahap 11, beliau adalah biksu Qi Yun dari Shaolin yang berhasil menyelamatkan kitab-kitab Sutra baik sutra Budha maupun sutra kung fu dari penjarahan di akhir Dinasti Qing, beliau adalah satu-satunya biksu Shaolin yang berhasil mendobrak hingga ke tahap 11 karena niat untuk menyelamatkan peninggalan leluhur sehingga berani menerobos kobaran api dan melayang dengan ringannya bagai dewa.
Manusia dapat berkembang terus apabila dalam hidupnya tidak terikat oleh waktu, tetapi karena usia manusia terbatas maka penguasaan kung fu ini agak sulit untuk sampai ke tingkat tertinggi, dari pertama kali diciptakan, kung fu Perisai Lonceng Emas ini tidak ada yang dapt mencapai tahap 12 (sebetulnya Da Mo sendiri tidak tahu sampai tahap berapa beliau bisa melangkah lagi) yang sangat sempurna. Di tahap ini manusia tidak perlu makan atau minum selama 370hari tidak akan mempengaruhi system tubuh, melangkah di air tidak basah, melangkah masuk dalam lautan api tidak terbakar, minum racun tidak berpengaruh. Boleh dikatakan pada tahap ini manusia sudah mengalami perubahan system kerja organ tubuh menjadi lebih efisien dan tidak terlalu banyak bergerak seperti pada manusia umumnya.